Sabtu, 23 Oktober 2010

Si Bungkuk Berair Mata

Penyesalan memang selalu muncul belakangan, dan kalau sudah terlambat, biasanya hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya di masa lampau, seperti puisi berikut ini...


Si Bungkuk Berair Mata

Oleh Indrazati Hanum
XII IPS 2

Tak ku sangka waktuku sudah habis
Masaku telah hilang berlari bersama waktu
Aku seharusnya menjadi pemenang sekarang
Pemenang melawan ketidakmampuanku
Tapi nyatanya..
Sekarang aku bungkuk menunggu kehancuranku
Akibat ulahku terlena pada surga dunia
Sekarang aku hanya bisa menatap para sang juara itu
tersenyum megah memeluk keberhasilannya
Aku hanya bisa menangis dan menangis menyesal
Tuhan, aku mohon berikan kesempatan kedua
Agar aku tak menjadi si bungkuk berair mata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar